Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label SUARAMESIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUARAMESIN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 April 2017

Cara Mencegah Karat Pada Blok Mesin Dan Komponen Sistem Pendingin - SUARA MESIN.COM

Setelah kita mengetahui faktor-faktor yang bisa menimbulkan karat dalam air tanah ,maka kita bisa melakukan usaha-usaha pengendalian terhadap karat  dalam air pada blok mesin dan pada sistem pendingin mesin. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:

a.       Menghilangkan Oksigen
Usaha ini dimaksudkan agar air tidak mengandung zat-zat yang dapat mengoksidasi besi dalam suasana asam. Oleh karena itu, disamping kita melakukan penghilangan oksigen, juga perlu dilakukan penetralan . Adapun cara untuk menghilangkan oksigen dari dalam air ada bermacam-macam,yaitu:Menggunakan oxygen scavenger (penangkap oksigen) seperti hydrazine (N2H4) Pembubuhan Na2SO3 sehingga akan terbentuk Na2SO4 pada temperatur tinggi. Dengan pemanasan hingga O2 semuanya keluar.
b.      Pembubuhan
InhibitorInhibitor akan menghambat laju korosi bila kita masukkan dalam air karena membentuk lapisan protektif atau pelindung Inhibitor katodis akan membentuk lapisan hidroksida yang sukar larut. Sedangkan inhibitor anodis akan membentuk anion yang dengan ion logamdapat membentuk persenyawaan yang sukar larut. Dalam Praktiknya, inhibitor yang sering ditambahkan adalah: Alkali (inhibitor katodis) Biasanya dibubuhkan NaOH yang dapat membentuk hidroksida yang sukar larut dan dapat menetralkan lingkungan asam.
c.       Persenyawaan kromat atau bikromat (inhibitor anaodis )
 Senyawa kromat yang sering dibubuhkan adalah Na2CrO4 a, Fosfat (Na3PO4) Na3PO4 dapa terionisasi menjadi PO42- dimana dengan ion Fe3+ yang ada dalam ir akan membentuk garam Fe2(PO4)3 yang merupkan lapisan tipis tetpi merupakan pelindung terhadap terjadinya karat.
d.      Silikat
Biasanya natrium silikat (Na2SiO3) yang jika bereraksi dengan besi dapat membentuk besi silikat yang merupakan lapisan yang sukar larut dan pelindung dari korosi.
e.       Menghilangkan asam Karbonat agresif
Adapun cara-cara untuk menghilangkan asam karbonat adalah sebagai berikut:
Dengan aerasi,mencampurkan air dengan udara sehimgga menurunkan kadar CO2 dalam air dicampur dengan kapur tohor (CaO), CaO dengan air dapat membentuk Ca(OH)2 sesuai dengan persamaan reaksi berikut:
CaO + H2O ® Ca(OH) 2Ca(OH) 2 +H2CO3 ® Ca(HCO3)2 +2H2O
Jadi asam karbonat dijadikan garam bikarbonat yang bila kena panas akan menjadi CaCO3.  Kemudian CaCO3 akan bereaksi dengan CO2 dalam air membentuk garam bikarbonat . Jadi CO2  yang agresif diubah menjadi garam bikarbonat yang tidak agresif.
Air tanah mengandung beberapa zat dalamjumlah yang bervariasi terdiri dari CO32-, HCO3-, Cl- , SO42- dan SiO2 dan kation Ca2+ , Na+, K+, dan sedikit sekali Mg2+dan Al3+. Pada temperatur tinggi zat-zat tersebut akan membentuk endapan padas dinding logam yang panas. Endapan yang utama adalah CaCO3 dan CaSO4 dan didapat juga NaSO4.

selain beberapa faktor diatas ada juga cara yang dapat mencegah terjadinya karat pada sistem pending seperti menggunakan cairan radiator coolant, caiaran ini adalah larutan kimia cair yang dibuat khusus sebagai zat pendingin untuk mencegah terjadinya panas yang berlebihan dan pembekuan pada sistim pendingin.  Yang mengandung inhibitor khusus yang dapat mencegah terjadinya kerak, karat dan korosif yang selalu menjadi promblem pada sistem pendinginan, karena dapat menyumbat saluran pada engine block dan radiator yang mengakibatkan mesin rusak dan mengurangi daya kerja sistem pendingin. Radiator coolant adalah formula khusus yang memberikan ‘KESEMPURNAAN” sirkulasi pendingin, jadi blok mesin dan sistem pendingin tidak cepat rusak dan bisa bekerja dengan optimal sehingga para penguna mobil tidak khawatir dengan overheat, dan bisa mengirit pengeluaran.

Pengaruh Air Biasa Yang Menyebabkan Karat Pada Radiator - SUARA MESIN.COM

Karat didefinisikan sebagai rusaknya suatu material atau logam karena berinteraksi dengan lingkungan. Lingkungan tersebut bisa berupa udara dengan kelembaban yang cukup tinggi, udara dengan kelembaban sangat rendah, larutan elektrolit, air laut, ataupun air tanah. faktor-faktor yang mempengaruhi karat dalam air tanah, tempat-tempat-tempat yang diserang, akibat yang ditimbulkan oleh karat air tanah.

      Sebelum membicarakan karat dalam air tanah, kiranya perlu diketahui bagian-bagian air tanah Menurut letaknya, air tanah dapat dibagi menjadi sebagai berikut:
  • Air permukaan, dimana komposisi zat terlarut tergantung pada tanah yang ditempati atau tempat tergenangnya. Pada umumnya zat yang terlarut jauh lebih rendah dari air laut. Biasanya mengandung Ca2+, Mg2+,NH4+, Cl-, dan SO42-. Agresivitas korosi air permukaan lebih rendah dari air laut.
  • Air tanah dangkal, seperti air sumur, komposisi zat terlarutnya sangat tergantung pad tanah dimana sumur itu dibuat. Bila tanahnya banyak kapurnya maka it itu akan sadah. Korosivitasnya lebih rendah daripada air laut.
  • Air tanah dalam, pada umumnya bebas dari mikroba karena mendapat mendapat saringan alam yang sempurna, lebih jernih karena mendapat proses pendapatan yang lama sekali. Kelemahannya jumlah ion yang terlarut akan cukup banyak karena kontak langsungantara air dengan tempat di dalam tanah sangat lama dan bergantung pada komposisi tanahnya sendiri, bisa mengandung mineral yang cukup tinggi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi karat di Air tanah

           Air mengandung COAir dengan CO2 akan bereaksi membentuk H2CO3 dan kemudian       H2CO3 akan terurai menurut persamaan reaksi sebagai berikut:

    H2O + CO2 ® H2CO3
    H2CO3 ® H+ + HCO3-
    Dari persamaan reaksi di atas dapat diketahui bahwa air yang mengandung CO2 akan menghasilkan HCO3- yang korosif. Jadi air tanah yang mengandung CO2  dapat mengakibatkan korosi.

    b.      Kesadahan Air Tanah
                    Bila air mengandung banyak ion kalsium dan magnesium disebut air sadah yang tetap. Hal ini selain dapat menyebabkan korosi juga dapat menyebabkan hal- hal sebagai berikut:
                    Pembuihan atau membentuk endapan bila kena panas, pembentukan terak yang keras dan sukar dihilangkan, adanya Oksigen terlarut dalam air Tanah, dan adanya oksigen dapat menyebabkan korosi
    c.       pH air. 
                   Air tanah dengan pH kecil ( bersifat sebagai asam ) merupakan lingkungan yang korosif yang bisa menimbulkan korosi pada logam.

          Jadi zat dalam air tanah dapat membuat karat pada komponen pendingin mesin mobil sehingga komponen cepat rusak dan bisa merugikan bagi pengguna mobil, untuk itu dihimbau menggunakan radiator coolant agar sistem pendingin mesin pada mobil tetap prima. 

    KOROSI - SUARAMESIN.COM

    Pengertian Sistem Korosi

                 

           Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan yang korosif. Korosi juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam yang dari bijih mineralnya. Contohnya bijih besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Deret volta dan persamaan Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi (Anonim, 2008). Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

                   Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).
                Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida. Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen.


    Minggu, 23 April 2017

    CATALYST CONVERTER

    Katalis konverter merupakan perangkat kontrol emisi gas buang kendaraan yang mengubah gas beracun dan polutan yang ada dalam gas buang menjadi polutan yang tidak beracun dengan mengkatalisis reaksi redoks. teknologi ini banyak di gunakan mesin pembakaran internal yang di picu oleh bensin, atau disel.

    Pengenalan catalytic converter yang pertama kali beredar ada di pasar mobil Amerika Serikat. Untuk mematuhi peraturan emisi gas buang A.S. Environmental Protection Agency yang lebih ketat, kebanyakan kendaraan bertenaga bensin yang dimulai dengan model tahun 1975 harus dilengkapi dengan catalytic converters. Konverter "dua arah" ini menggabungkan oksigen dengan karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon yang tidak terbakar (HC) untuk menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Pada tahun 1981, konverter katalitik dua arah diubah menjadi usang oleh konverter "tiga arah" yang juga mengurangi oksida nitrogen (NOx); [1] bagaimanapun, konverter dua arah masih digunakan untuk mesin tanpa bakar. Ini karena konverter tiga arah memerlukan pembakaran kaya atau stoikiometrik untuk berhasil mengurangi NOx.

    Meskipun konverter katalitik paling sering digunakan pada sistem pembuangan di mobil, mereka juga digunakan pada generator listrik, forklift, peralatan pertambangan, truk, bus, lokomotif dan sepeda motor. Mereka juga digunakan di beberapa tungku kayu untuk mengendalikan emisi. Hal ini biasanya sebagai tanggapan terhadap peraturan pemerintah, baik melalui peraturan lingkungan langsung atau melalui peraturan kesehatan dan keselamatan.

    Ada jutaan mobil di jalan di Amerika Serikat, dan masing-masing merupakan sumber polusi udara. Apalagi di kota-kota besar, jumlah polusi yang dihasilkan semua mobil bersama bisa menimbulkan masalah besar.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, kota-kota, negara bagian dan pemerintah federal membuat undang-undang udara bersih yang membatasi jumlah polusi yang dapat dihasilkan mobil. Selama bertahun-tahun, pembuat mobil telah membuat banyak penyempurnaan pada mesin mobil dan sistem bahan bakar untuk mengikuti undang-undang ini. Salah satu perubahan ini terjadi pada tahun 1975 dengan perangkat menarik yang disebut catalytic converter. Tugas catalytic converter adalah mengubah polutan berbahaya menjadi emisi yang kurang berbahaya sebelum meninggalkan sistem pembuangan mobil.

    Catalytic converter adalah perangkat yang sangat sederhana, jadi sungguh luar biasa melihat seberapa besar dampak yang dimilikinya. Pada artikel ini, Anda akan mempelajari polutan mana yang dihasilkan oleh mesin dan bagaimana konverter katalitik menangani setiap polutan ini untuk membantu mengurangi emisi kendaraan.

    sumber; wikipedia.com

    CVT TEROIDAL

    Sebenarnya CVT memiliki jenis yang bermacam-macam, tergantung dari pengembangan masing-masing pabrikan kendaraan. berbagai jenis CVT telah banyak di kembangkan oleh pabrikan otomotif, berbagai varian menawarkan keunggulan yang menjadi andalan setiap produsen otomotif untuk memuaskan pelanggan. teknologi CVT memiliki keunggulan masing masing dari setiap pegembang. 
    Namun, jenis CVT yang cukup terkenal di antaranya yaitu CVT jenis toroidal dan jenis puli dengan diameter yang berubah (variable diameter pulley CVT) atau disebut dengan metal push belt CVT. berikut ini adalah ulasan tentang CVT teroidal;


    1. CVT jenis toroidal bekerja dengan memanfaatkan traksi pada dua komponen, sehingga terjadi perpindahan gerakan putar dari bagian input ke output dengan komponen yang bergesekan ini. Meskipun sistem seperti itu tampak berbeda secara drastis, semua komponen analog dengan sistem sabuk dan katrol dan menghasilkan hasil yang sama - transmisi continuously variable. Begini cara kerjanya: 
      • Satu disk terhubung ke mesin. Ini setara dengan katrol penggerak. Disk lain terhubung ke poros penggerak. Ini setara dengan katrol yang digerakkan. Roller, atau roda, yang terletak di antara cakram bertindak seperti sabuk, mentransmisikan daya dari satu cakram ke satu sisi ke disk lainnya.
                                           

      • Roda bisa berputar sepanjang dua sumbu. Mereka berputar mengelilingi sumbu horizontal dan memiringkan atau keluar di sekitar sumbu vertikal, yang memungkinkan roda menyentuh cakram di area yang berbeda. Saat roda berada dalam kontak dengan cakram penggerak di dekat bagian tengah, mereka harus menghubungi cakram yang digerakkan di dekat pelek, sehingga menghasilkan pengurangan kecepatan dan peningkatan torsi (yaitu, gigi rendah). Saat roda menyentuh cakram penggerak di dekat pelek, mereka harus menghubungi cakram yang digerakkan di dekat pusat, menghasilkan peningkatan kecepatan dan penurunan torsi (yaitu, roda gigi yang overdrive). Kemiringan roda yang sederhana, kemudian, secara bertahap mengubah rasio gigi, memberikan perubahan rasio yang hampir seketika.
      • Perpindahan momen dan gerak putar dilakukan oleh dua buah roller yang menghubungkan antara input disc dan output disc. 
      • Perpindahan ini memanfaatkan adanya traksi antara roller dan kedua disc pada CVT tersebut. 
      • Perubahan kemiringan roller penghubung memungkinkan terjadinya perubahan perbandingan roda gigi dengan adanya perubahan posisi kontak gesek roller dengan kedua disc pada CVT ini. 
      • CVT ini memiliki dua jenis yang dikategorikan berdasarkan konstruksinya, yaitu half toroidal CVT dan Full toroidal CVT.
      • CVT jenis full toroid memiliki disc yang berbentuk hampir satu lingkaran penuh, sehingga kemiringan roller untuk memungkinkan terjadinya perubahan perbandingan roda gigi dapat lebih luas/jauh. 
      • Apabila roller bagian atas posisinya miring ke kanan, maka putaran output disc akan lebih pelan, sehingga momen putarnyapun akan bertambah sesuai dengan diameter roller yang bersinggungan dengan roller. 
      • Apabila roller berada pada posisi horisontal, maka putaran input dan output disc akan sama, sebab diameter input dan output disc yang bersinggungan dengan roller sama, sehingga perbandingan roda giginya adalah 1 : 1. 
      • Sebaliknya, apabila roller bagian atas posisinya miring ke kiri, maka putaran output disc akan bertambah, sehingga akan terjadi putaran over drive pada poros output. 
      • Perubahan perbandingan tingkat percepatan pada CVT jenis toroidal hanya bergantung pada posisi kemiringan roller yang akan mempengaruhi radius input disk dan output disk, sehingga CVT jenis toroidal tidak banyak digunakan. 
      • CVT yang paling terkenal dan banyak digunakan adalah jenis metal push belt atau jenis variable diameter pulley CVT. 
      • CVT jenis variable diameter pulley menggunakan dua buah puli sebagai bagian input dan output transmisi yang dihubungkan dengan metal belt atau chain. 
      • Tenaga ditransfer dari puli primer/input ke puli sekunder/output melalui belt/chain. Perubahan diameter kedua buah puli akan merubah perbandingan gigi pada unit CVT ini. 
      • Prinsip CVT tipe belt ini adalah sebuah sabuk (belt) yang dipasangkan pada 2 buah puli yang terdiri atas puli input dan puli output. 
      • Namun, kedua puli ini dapat berubah-ubah diameternya, sehingga memungkinkan perubahan putaran output meskipun putaran inputnya sama. 
      • Hal ini terjadi karena terjadi perubahan rasio puli ketika terjadi perubahan ukuran diameter puli. 
      • Diameter puli pada CVT dapat berubah karena puli tidak dibuat dalam satu unit tetap, namun dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian puli separuh kanan dan bagian puli separuh kiri. 
      • Jarak antar pusat puli selalu sama, sehingga apabila terjadi perubahan diameter pada salah satu puli, bagian puli yang lain juga akan mengikuti.

    KONSEP KERJA CVT PADA MOBIL


    Konsep kerja yang terdapat pada CVT kendaraan roda empat tidak jauh berbeda jika di bandingkan dengan konsep kerja sistem CVT yang terdapat pada kendaraan roda dua. namun terdapat beberapa perbedaan yang dapat menjadi ciri khas dari teknologi CVT pada kendaraan roda empat, berikut ini adalah uraian dari konsep kerja CVT pada kendaraan roda empat;

    • Continuously Variable Transmission (CVT) merupakan jenis transmisi yang berbeda dengan jenis transmisi lainnya. 

    • CVT dapat memungkinkan terjadinya perubahan perbandingan roda gigi secara kontinyu sesuai dengan pembebanan kendaraan, akselerasi, serta kondisi kendaraan yang lain. 

    • Tidak seperti sistem transmisi otomatis lainnya yang dapat memungkinkan terjadinya hentakan saat perubahan tingkat percepatan, CVT dapat melakukan perubahan tanpa adanya hentakan ketika terjadi perubahan perbandingan giginya. 

    • Perbandingan roda gigi pada CVT dapat berubah secara kontinyu dari percepatan rendah sampai overdrive, sehingga performa kendaraan optimal serta konsumsi bahan bakarnyapun akan lebih ekonomis. 

    Perkembangan terbaru dalam transmisi continuously variable (CVT), D-Step Logic Control adalah perangkat lunak komputer yang menggunakan input dinamis seperti kecepatan kendaraan, posisi pedal akselerator dan kecepatan aplikasi untuk mengetahui rasio gigi ideal yang dibutuhkan untuk menghasilkan percepatan yang konstan dan konstan.

    Bagi pengemudi, rasanya sangat mirip dengan transmisi otomatis yang mereka kenal. Logika pergeseran d-step dapat menahan rasio gigi konstan seperti transmisi otomatis step-gear konvensional namun menambahkan fleksibilitas dan kehalusan CVT.

    Perubahan pada CVT dari 2017 Pathfinder mendapatkan perhatian yang baik dari media otomotif:

    "... Banyak perubahan pemrograman Nissan pada CVT begitu besar sehingga meniru gearbox biasa bahwa jika Anda tidak mengenal CVT dari laci kaus kaki, Anda tidak akan pernah mempertanyakan bagaimana kekuatan dari mesin dipindahkan .."
    - Autotrader

    "Nissan telah melakukan pengembangan CVT yang melelahkan, dan ini menunjukkan keunggulan yang sangat baik pada Pathfinder baru."
    - Kelley Blue Book

    D-Step Logic Control ditemukan pada model Nissan CVT lainnya seperti 2016 Altima, 2016 Murano dan sporty 2017 Maxima. RPM dibangun seiring dengan peningkatan kecepatan yang memberikan kemudahan akses yang ditingkatkan dengan merasakan pergeseran langsung dan tajam - tidak ada "perburuan" atau pergeseran guncangan. Untuk Pathfinder 2017, desain transmisi XTRONIC yang canggih juga membantu agar RPM mesin tetap dioptimalkan saat menderek tanpa sentuhan "berburu untuk gigi" yang khas.

    Pada 2016 Versa dan 2016 model Sentra yang dilengkapi dengan transmisi XTRONIC generasi ketiga, rasio roda gigi berkisar dari rendah ke tinggi diperluas. Sebenarnya, rasio transmisinya adalah 7,3: 1, yang merupakan rasio yang lebih luas daripada yang akan Anda temukan secara otomatis rata-rata, dan jauh lebih unggul dari angka 6: 6: 1 yang akan Anda temukan dalam model kendaraan serupa. CVT juga lebih ramping, karena 13% lebih ringan dan 10% lebih kecil. Tujuannya adalah untuk memastikan efisiensi bahan bakar meningkat paling sedikit 10%.

    sumber ; https://www.nissanusa.com

    KEUNGGULAN CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) PADA MOBIL

    Dewasa ini teknologi CVT bukan hanya di pakai di kendaraan roda 2 seperti yang sering kita lihat saat ini. kendaraan roda 2 lebih populer terlebih dahulu seperti honda vario, beat, scoopy, yamaha; mio,fino,xtrail, suzuki; spin, dan kendaraan lainnya, kini teknologi CVT juga mulai di populerkan oleh kendaraan roda 4, seperti yang sedang di kembangkan oleh nisan akhir-akhir ini. 


    CVT memiliki beberapa keunggulan daripada tipe transmisi manual dan transmisi otomatis sebelumnya. berikut ini adalah kunggulan transmisi otomatis;
    • Berdasarkan kinerjanya, kinerja CVT memiliki area kerja berbeda dengan transmisi otomatis dengan tingkatan percepatan. 

    • Berdasarkan grafik, kerja CVT dengan perubahan percepatan secara kontinyu dapat melayani perubahan kecepatan kendaraan secara kontinyu dibanding dengan A/T dengan tingkatan percepatan.  Hal ini memberikan dinamisasi perubahan kecepatan kendaraan lebih mantap. 

    • Selain kecepatan kendaraan, perubahan gaya kendaraan pada CVT juga dapat mencegah terjadinya hentakan saat perpindahan giginya.

    • CVT dapat memungkinkan pemakaian bahan bakar lebih ekonomis dibanding penggunaan transmisi manual maupun transmisi otomatis dengan tingkat percepatan. 

    • CVT mampu melayani kebutuhan beban kendaraan terhadap putaran engine secara optimal dan akurat.
    1. CVT memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan transmisi manual maupun transmisi otomatis konvensional dengan tingkatan percepatan. Kelebihan-kelebihan tersebut yaitu:
    2. Tidak ada perpindahan gigi secara bertingkat, sehingga memungkinkan pengendaraan yang lebih nyaman.
    3. Torsi yang dikeluarkan oleh unit transmisi secara kontinyu.
    4. Pengontrolan kecepatan engine dapat dilakukan secara bebas terhadap kecepatan kendaraan.
    5. Dapat memungkinkan operasi mesin dengan kecepatan penuh lebih luas terhadap kecepatan kendaraan
    6. Stabilitas perubahan kecepatan kendaraan lebih mantap.
    7. Dapat memungkinkan penggunaan bahan bakar lebih efisien terhadap torsi engine.



    APA ITU A / T ?

    Apabila pengemudi mengendarai kendaraan yang menggunakan transmisi manual, untuk memindahkan kecepatan dan moment maka shift lever digunakan untuk memindah-mindahkan percepatan putaran maupun moment yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk dapat memindahkan gigi percepatan dengan tepat, kalau tidak maka justru akan mengakibatkan menurunnya tenaga kendaraan tersebut.Dengan menggunakan Transmisi Automatis, maka perhatian pengemudi untuk hal tersebut tidak diperlukan lagi, karena perpindahan gigi transmisi dilakukan secara automatis pada saat yang tepat sesuai dengan kondisi mesin dan kecepatan kendaraan.

    setiap teknologi selalu memiliki keungulan yang dapat menyempurnakan teknologi sebelumnya, sama halnya dengan teknologi transmisi A/T ini. teknologi yang juga di pakai oleh kendaraan dari produsen toyota pada kendaraannya kijang inova memiliki keunggulan lebih jika di bandingkan dengan teknologi transmisi manual sebelumnya. berikut ini keuntungan teknologi transmisi otomatis;
    KEUNTUNGAN  A/T
    Dibandingkan transmisi manual, transmisi automatis mem-punyai keuntungan yaitu :
    1.Mengurangi kelelahan dalam mengemudi
        dengan menggunakan teknologi transmisi otomatis pada kendaraan , akan dapat meningkatkan kenyamanan oleh pengemudi dalam pengendara , keuntungan bukan dalam segi kehalusan dalam pemindahan gigi percepatan namun juga kenyamanan dalam perjalanan. pengemudi dengan mobil A/T akan lebih mudah megoperasikan kendaraannya. selain itu dengan teknologi ini juga akan mengurangi tanaga yang di keluarkan untuk mengemudi. 

    2.Perpindahan gigi percepatan lembut
    perpindahan yang dihasilkan oleh transmisi otomatis lebih lembut jika di bandingkan dengan teknologi transmisi manual, karena transmisi automatis di lengkapi dengan perpindahan power melalui fluida yang terdapat dalam torque converter. 

    3.Menghindari beban mesin berlebihan saat perpindaha gigi percepatan
    perpindahan gigi percepatan dengan sistem otomatis dapat emngurangi beban pada kendaraan. teknologi ini akan membuat juga konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan efektifitas kerja mesin jugalebih tinggi. 


    Macam Transmisi Automatis

    Transmisi automatis terdiri dari beberapa macam, teknologi yang di kembangkan oleh setiap perusahaan berbeda namun memiliki prinsip kerja yang sama, berikut ini adalah macam-macam transmisi otomatis. Transmisi Atomatis dapat dibedakan dalam 2 jenis yaitu :

    1. Tranmisi AT yang sepenuhnya diatur dengan hydraulic
    2. Transmisi AT yang perpindahannya diatur oleh elektronik ( ECT )

    Transmisi Automatis pada dasarnya dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu :
    - Yang digunakan untuk kendaraan FF
    - Yang dgunakan untuk kendaraan FR  
    - Transmisi u/kendaraan FF dirancang lebih kecil dibading untuk kendaraan FR
    - Transmisi untuk kendaraan FF disebut Transaxle

    konstruksi antara transmisi otomatis dan manual juga sangat berbeda, transmisi memiliki beberapa komponen yang dapat membedakannya dengan transmisi manual. 
    Transmisi AT terdiri beberapa komponen utama yaitu :

    Torque Converter

    2.   Planetary Gear Unit

    3.   Hydraulic Control System

    Torque Converter, dipasangkan pada sisi input transmisi dan diikat dengan baut pada bagian belakang poros engkol mesin melalui drive plate dan didalamnya diisi dengan minyak transmisi AT.

    Fungsi Torque Converter:
    - Memperbesar moment dari mesin
    - Sebagai kopling otomatis/Fluida
    - Meredam getaran saat perpindahan gigi
    - Sebagai roda penerus/ Flywheel
    - Menggerakkan pompa oli dari hydraulic Control System

    STEP TRONIC, TIPTRONIC, DAN SHIFT TRONIC

    Pada teknologi automatic transmission dikenal beberapa teknologi yang dikembangkan oleh beberapa pabrikan otomotif untuk meningkatkan kenyamanan dalam pengemudian kendaraan bermotor, apa saja yang menjadi perbedaan dan karakteristik dari teknologi Step Tronic, TipTronic, dan Shift tronic yang banyak digunakan oleh kendaraan pribadi dewasa ini.

    a.       Karakteristik step tronik
    -          Steptronic merupakan salah satu teknologi automatic transmission yang dapat meningkatkan kesenangan berkendara pengemudi lebih aktif. Teknologi ini membuat transmisi otomatismenjadi lebih dinamis dan sportif.  Fitur fleksibel yang terdapat pada steptronik dapat dengan cepat mengubah transmisi otomatis enam kecepatan menjadi manual enam kecepatan. Dengan memindahkan tuas pemilih roda gigi untuk mengaktifkan step tronik dan menggeser roda gigi keatas dan kebawah seperti transmisi manual. Gear pada transmisi otomatis dapat bergeser dengan baik tanpa perlu menggunakan tuas pemilih roda gigi, dengan menekan tombol yang terintegrasi pada kemudi. Dengan teknologi ini akan memudahkan pengemudi untuk memindahkan gigi percepatan dengan cepat. Sebagai contoh adalah step tronik yang terdapat pada kendaraan ternama dari german BMW. Pada kendaraan ini Terdapat 2 tombol di bagian depan Dua tombol di bagian depan berfungsi untuk downshift, sedangkan dua di bagian belakang kemudi digunakan untuk upshift. Ini juga berkontribusi pada keselamatan berkendara pengendara tidak perlu mengalihkan pandangan dari jalanketika hendak memindahkan gigi percepatan.
    b.      Karakteristik tip tronik
    -          Teknologi pemindah tenaga menggabungkan antara transmisi manual dan otomatis muncul sejak akhir 1930. Packard dan chrysler mencoba mengadopsi sifat transmisi otomatis kedalam gearbox manual. Tansmisi TipTronic  merupakan teknologi yang berlawanan dengan teknologi yang di kembangkan oleh Packard dan Chrysler, teknologi tiptronic mengadopsi karakteristik transmisi manual kedalam kotak gigi otomatis, dengan membiarkan pengemudi memilih gigi secara manual, dengan teknologi ini pengemudi dapat dengan mudah memilih gigi manual, dan mengesampingkan perpindahan transmisi otomatis yang di atur oleh sistem control computer elektronik yang mengontrol pergeseran normal dan menggunakan converter torsi.
    -          Nama tiptronic berasal dari nama merk dagang untuk transmisi otomatis manual yang di kembangkan oleh Porsche. Ketika sistem tiptronic tidak dilibatkan, transmisi beroprasi seperti otomatis konvensional. Pengendalian gearbox tiptronic akan bergantung pada fitur tambahan didalam tuas penggerak roda gigi atau melalui alat penyeleksi roda gigi dalam bentuk tombola tau tuas. Ditandai dengan '+' Untuk upshifting atau '-' Untuk downshifting, display panel instrumen akan menunjukkan gear saat ini kendaraan sedang berjalan. Model pengalihan manual pada transmisi otomatis akan memberikan keuntungan seperti pengereman mesin pada saat downshift. Pengamanan akan mencegah kemungkinan kerusakan pada mesin dengan memperhatikan bahwa mesin tidak menekan  putaran mesin selama peralihan manual. Kendaraan yang telah di lengkapi dengan tiptronic menunjukan keunggulan jika dibandingkan dengan transmisi otomatis pada umumnya. Namun transmisi tip tronic juga memiliki beberapa kekurangan yang berkaitan dengan kotak roda gigi otomatis yang mengganggu kinerja transmisi manual. Kelmahan ini berkaitan dengan converter torsi otomatis yang tidak responsive jika di bandingkan dengan kopling yang terdapat pada transmisi manual hal ini dikarenakan komponen transmisi otomatis yang lebih berat. konsumsi  Bahan bakar yang lebih ekonomis masih menjadi keunggulan oleh transmisi manual. Namun tiptronic memiliki pemindahan gigi yang lebih halus.

    c.       Karakteristik Shifttronic

    -          Shifttronic merupakan teknologi yang tidak jauh berbeda dengan tiptronic dan steptronic. Kemudahan dalam melakukan perpindahan gigi percepatan juga menjadi keunggulan dalam teknologi shifttronic ini. Teknologi shifttronic adalah teknologi seperti kendaraan transmisi manual tanpa kopling. Shifttroninc juga akan secara otomatis downshift (mengurangi gigi percepatan) ketika pengemudi melakukan pengereman hingga kendaraan berhenti sehingga tidak akan membuat kendaraan mogok atau over-rev. teknologi shifttronic di kembangkan oleh pabrikan asal korea yaitu Hyundai motors, teknologi ini semakin mutakhir dengan menggunakan converter torsi, yang memungkinkan kendaraan untuk tetap prima dan tidak mogok. 

    PERBEDAAN ANTARA GOVERNOR VALVE DAN SPEED SENSOR YANG ADA PADA TRANSMISSI OTOMATIS


                  PERBEDAAN ANTARA GOVERNOR VALVE DAN SPEED SENSOR YANG ADA PADA TRANSMISSI OTOMATIS??mungkin belum banyak yang mengetahui perbedaan dari kedua komponen yang sama-sama ada di transmisi otomatis ini. berikut ini ulasannya. 

    Transmisi otomatis bekerja secara mekanik dengan merubah kecepatan kendaraan menjadi tekanan governor dan pembukaan throttle menjadi throttle pressure. Governor valve bekerja dengan menghasilkan tekanan hidraulik yang tekanan tersebut sebanding dengan kecepatan kendaraan. tekanan yang demikian di sebut dengan tekanan governor pressure. Throttle valve dalam unit kontrol hidraulik sistemtransmisi otomatis menghasilkan tekanan hidraulik sesuai dengan pedal akselator. Keduanya (governor pressure dan throtlle pressure) menyebabkan shift di dalam hidraulik control unit bekerja. Tekanan yang di hasilkan sangat kuat sehingga tekanan tersebut mengontrol pergerakan katub dan katub ini dapat mengontrol pergerakan tekanan hidraulik menuju clutch dan break di dalam planetary gear unit.  

    Speed sensor merupakan sistem control elektronik yang terdapat pada transmisi otomatis. Transmisi otomatis yang di control secara elektronik bekerja berdasarkan masukan /input yang di peroleh dari speed sensor yang berperan sebagai sinyal kecepatan kendaraan dan mengirimkan data ke ECU dalam bentuk sinyal listrik, dan throttle position sensor sebagai sinyal beban mesin untuk mendeteksi pembukaan throttle dan mengirimkan data ke ECU melalui ECU mesin, keduanya bekerja untuk menentukan pembukaan solenoid valve oleh ECU sehingga transmisi otomatis dapat bekerja. ECU menentukan perpindahan gigi berdasarkan sinyal kecepatan kendaraan yang di kirimkan oleh speed sensor dan TPS. 

    Kesimpulan perbedaan antara governor valve dan speed sensor adalah, governor sensor merupakan sistem control transmisi otomatis yang bekerja secara mekanik, sedangkan speed sensor merupakan sistem control transmisi otomatis yang bekerja secara elektronik.

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *